Soal :
- Jelaskan secara lengkap cara install Laravel!
- Jelaskan secara lengkap cara membuat model dengan nama learning!
- Jelaskan secara lengkap cara install database pada Laravel!
- Jelaskan secara lengkap cara install boostrap pada Laravel!
Jawaban :
JAWABAN NOMOR 1
1. Install Laravel
Sebelum meng-install Laravel, pastikan bahwa XAMPP di bagian Apache dan MySQL di start terlebih dahulu.
Untuk install Laravel, kalian bisa cari di bagian “Laravel & Docker” lalu bisa kalian klik sesuai dengan sistem operasi yang ada di komputer atau laptop masing-masing, untuk saat ini kita akan menggunakan “Getting Started On Windows”. Nantinya kalian akan langsung diarahkan ke bagian panduan untuk install Laravel di Windows.
1.1. Install Composer
Sebelum itu kita akan coba dulu untuk install Composer, yang merupakan salah satu tool untuk menjalankan Laravel di laptop atau komputer yang merupakan hal wajib, dan jika tidak di install maka Laravel tidak akan bisa berjalan sama sekali. Dalam proses install maupun download pastikan koneksi internet terhubung dengan baik.
Untuk install nya bisa kebagian “Your First Laravel Project” lalu klik tulisan “Composer” yang akan otomatis langsung di arahkan ke halaman Composer nya, selanjutnya langsung klik Download saja untuk memulai download Composernya.
Jika file tidak langsung terdownload maka bisa klik tulisan “Composer-Setup.exe” yang nantinya Composer akan langsung ter-download di perangkat masing-masing.
Selanjutnya untuk meng-install Composer berikut adalah langkah-langkahnya :
1.1.1.1.Double klik di file “.exe” yang sudah di download.
1.1.1.2.Pilih “Install for all user (recommended)”
1.1.1.3.Pilih Yes
1.1.1.4.Selanjutnya akan masuk ke halaman Installation Options, untuk di bagian ini bebas boleh dicentang atau tidak di bagian “Developer Mode” tapi untuk kali ini tidak akan dicentang dulu, untuk selanjutnya bisa klik Next.
1.1.1.5.Setelah itu akan masuk ke halaman Settings Check, untuk bagian ini tidak perlu dirubah sama sekali cukup mengikuti yang sudah ada, dan biarkan penyimpanan berada di “C:\xampp\php\php.exe” lalu klik Next.
1.1.1.6.Setelah di klik Next akan masuk ke halaman Proxy Settings, untuk bagian ini bisa dicentang apabila menggunakan proxy dan masukan proxy di kolom yang ada, dan apabila tidak menggunakan proxy seperti yang kita lakukan saat ini cukup klik Next saja.
1.1.1.7.Setelah itu Composer akan ter-download, dan bisa ditunggu sebentar sampai benar-benar selesai prosesnya.
1.1.1.8.Nanti akan muncul halaman yang bertuliskan hal penting yang harus diperhatikan, bisa dibaca lalu klik Next.
1.1.1.9.Dan klik Finish.
1.2. Cek Komposer
Apabila belum yakin Composer terinstall maka bisa di cek dengan cara
1.1.2.1.Tekan Windows + R
1.1.2.2.Ketik CMD
1.1.2.3.Langsung ketik Composer
Apabila Composer sudah terinstal maka akan muncul tulisan Composer besar di bawah yang diketikkan tadi.
1.3. Jalankan Laravel
Jika sudah terinstall sekarang kita akan menjalankan Laravel di komputer atau laptopnya, berikut caranya :
1.1.3.1. Tekan Windows + R
1.1.3.2. Ketik CMD
1.1.3.3. Masuk ke folder “xampp\htdocs”
1.1.3.4. Copy code “composer create-project laravel/laravel example-app” lalu ganti nama menjadi “composer create-project laravel/laravel lesson1” jadi di bagian “lesson1” ini bisa diganti sesuai dengan keinginan developer yang menggunakan.
Bagian composer, ini adalah fitur yang digunakan untuk menginstal suatu proyek, atau untuk menjalankan Composer itu sendiri
Bagian create-project, ini gunanya untuk membuat suatu proyek.
Bagian Laravel, ini adalah sebuah nama vendor atau nama projek dari dari pengembangan Laravel.
Dan bagian lesson1 itu adalah nama folder yang akan di install
1.1.3.5. Klik Enter.
1.1.3.6. Apa bila terlihat tulisan failed ikuti langkah di bawah ini :
1.1.3.6.1. Buka folder xampp
1.1.3.6.2. Buka folder php
1.1.3.6.3. Pilih file “php.ini”
1.1.3.6.4. Gunakan fungsi CTRL + F, lalu cari “zip”
1.1.3.6.5. Ubah dari “;extension=zip” menjadi “extension=zip”
1.1.3.6.6. Simpan dan tutup file.
1.1.3.7. Jika sudah di ubah, jalankan ulang perintah tadi “composer create-project laravel/laravel lesson 1” lalu klik Enter.
1.1.3.8. Jika berhasil nanti akan muncul daftar download dan installing, yang bisa ditunggu kurang lebih sekitar tiga menit sampai muncul tulisan “Application key set successfully”
1.1.3.9. Jika sudah muncul tulisan “Application key set successfully”, selanjutnya kita akan masuk ke folder “lesson 1” yang sudah dibuat dengan cara ketik di CMD “cd lesson 1” dan nantinya di CDM akan berubah menjadi “C:\xampp\htdocs\lesson 1”
1.1.3.10. Selanjutnya kita akan menjalankan fungsi “php artisan serve”, yang digunakan untuk menjalankan perintah untuk menjalankan Laravel di halaman browser. Cukup copy paste saja di CDM nya, lalu klik Enter, nanti akan muncul link yang bisa di klik langsung atau bisa di copy paste di browser-nya. Yang nantinya akan muncul beberapa fitur seperti documentation, laracasts, Laravel news, dan vibrant ecosystem tandanya Laravel berbasis website sudah berhasil dijalankan.
JAWABAN NOMOR 2
Selanjutnya kita akan membuat sebuah model untuk migrasi data dan lain sebagainya dengan langkah sebagai berikut.
Pertama buka terminal baru, dan ketikkan perintah “php artisan make:model” lalu klik enter, setelah itu kita bisa menamai model terlebih dahulu, kali ini kita menggunakan nama “learning” lalu klik enter.
Selanjutnya kita akan diberikan beberapa pilihan, bagian mana yang ingin kita gunakan. Seperti ketika memilih “none” maka kita tidak perlu meng-install, atau kalau mau menggunakan “all” nantinya akan di install semuanya, atau ketika mau meng-install di beberapa bagian saja juga bisa. Selain itu juga ada pilihan factory, form request, migration, policy, resource controller, dan seed. Semua ini dilambangkan dengan angka dari nol sampai tujuh.
Kali ini kita menggunakan fungsi nomor tiga, empat, dan enam saja. Lalu klik enter, maka fungsi-fungsi tadi akan otomatis terinstal.
Nantinya setelah selesai install akan muncul beberapa file di beberapa folder sesuai dengan yang kita install dan buat tadi, seperti di folder Requests, Models, migrations, dan Controller.
Ini adalah salah satu kemudahan dari Laravel dimana cukup install satu kali maka semuanya akan langsung jadi, agar bisa menghindari kesalahan penamaan, tapi kekurangannya adalah perangkat komputer harus terhubung dengan jaringan internet dengan kualitas baik.
JAWABAN NOMOR 3
Selanjutnya kita akan mencoba mengkoneksikan database yang sudah kita buat di “environment” ke dalam MySQL.
Pertama kalian bisa buka terminal, lalu ketikkan perintah “php artisan migrate” lalu klik enter.
Lalu karena belum punya database nya kalian bisa buat terlebih dahulu dengan ketikkan “yes” lalu klik enter.
Selain bisa membuat database di terminal Visual Studio Code, kalian bisa langsung buat di halaman phpMyAdmin langsung. Tapi untuk kali ini kita akan menggunakan terminal dari Visual Studio Code.
Setelah kalian klik enter, kalian bisa cek lagi di phpMyAdmin apa database sudah ada atau belum.
JAWABAN NOMOR 4
Kali ini kita akan mencoba menghubungkan framework Laravel dengan framework lain yaitu Bootstrap. Agar dalam mengatur tampilannya jadi jauh lebih mudah.
Langkah pertama bisa langsung buka website Bootstrap di https://getbootstrap.com/ lalu pilih menu “Docs” lalu sebelum men-download file dari Bootstrap kalian bisa menurunkan versi Bootstrap terlebih dahulu, dengan alasan untuk memaksimalkan fungsi dari setiap kode yang ada, karena biasanya jika menggunakan versi terbaru ditakutkan akan adanya error karena kode yang belum sempurna.
Selanjutnya kalian bisa pilih menu di sebelah kiri layar yang bagian Download, lalu di bagian “Compiled CSS dan JS” click button Download, maka file Bootstrap akan langsung ter-download di perangkat komputer, sebenarnya ada dua cara untuk menggunakan Bootstrap ini, yang pertama dengan di-download dan yang kedua dengan menggunakan hyperlink, namun untuk kali ini kita menggunakan file download saja, karena jika menggunakan hyperlink ditakutkan akan adanya error apabila jaringan kurang stabil.
Kalau sudah selesai di download selanjutnya extract file nya. Setelah selesai di extract baru buka folder-nya, dan copy folder “css” dan “js” yang ada lalu pindahkan ke folder “public” yang ada di dalam folder “crud_laravel” yang kita buat tadi. Tempatkan kedua folder ini di dalam folder baru dengan nama “assets”.
File PDF

Komentar
Posting Komentar
Terima kasih sudah berkunjung