1. Apa
perbedaan antara BPM dan BPR?
Jawaban :
Jawaban :
BPM lebih berfokus untuk mengoptimalkan proses organisasi untuk meningkatkan kinerja bisnis terhadap tujuan dan sasaran, sementara BPR merubah proses bisnisnya menjadi lebih efisien atau efektif dari beberapa bagian.
2. Jelaskan
tahapan dari BPR Methodology mulai dari Preparation hingga Reevaluation !
Jawaban :
- Persiapan
Pada tahap ini akan diawali dengan menetapkan tujuan dan visi yang ditetapkan bersama, lalu jua mempersiapkan tim yang baik dan memiliki kinerja yang baik, serta membuat parameter untuk kesesuaian rekayasa ulang. Dan terakhir adalah mengembangkan inventaris proses yang perlu dievaluasi.
- Penentuan proses dan evaluasi masalah
Pada tahap ini akan ditentukan bagaimana proses rekayasa ulang berjalan seperti mengidentifikasi proses strategi nilai tambah, peta organisasi, sumber daya dan volume , dan rekomendasi target spesifik. Serta dalam tahap ini akan diadakannya evaluasi masalah diantara anggota divisi dikarenakan tim berasal dari beberapa divisi.
- Memilih peluang terbaik
Dalam tahap ini proses akan kembali di petakan lagi dan akan di pilih dengan melihat peluang terobosan bisnis terbaik, serta menganalisis struktur untuk memilih proses dengan praktik yang terbaik.
- Pengujian dan pengukuran
Dalam tahap ini akan dilakukan pengujian dan pengukuran proses baru berdasarkan pencapaian tujuan dan visi.
- Maintenance atau perbaikan atau pembaharuan
Dalam tahap ini dilakukan revisi atau reevaluasi atau maintance untuk kembali menyesuaikan proses yang ada.
h
Jawaban :
- Knowledge
Tahapan ini melakukan persiapan penilaian seperti mempelajari dan memahami nilai dari praktik terbaik untuk implementasi sistem.
- Assessment
Dalam tahapan ini penilaian akan dilakukan seperti mengevaluasi keadaan, keterampilan, dan kemampuan manajemen proyek organisasi terhadap cara praktik terbaik, serta mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dari cara praktik yang digunakan.
- Improvement
Pada tahapan ini terbagi menjadi dua tahapan, yang pertama adalah merencanakan perubahan, dimana pada tahapan ini akan memprioritaskan area manajemen proyek dengan mengembangkan keunggulan dan membangun area yang lemah.Pada tahapan kedua adalah menerapkan improvement, dimana setelah merencanakan maka rencana akan diterapakan berdasarkan rencana yang sudah dibuat dan menerapkan perubahan organisasi yang diperlukan untuk meningkatkan kemampuan implementasi organisasi.Setelah kedua tahapan selesai maka proses akan kembali lagi dari awal dalam periode waktu yang telah ditentukan, hal yang perlu dilakukan pada tahap ini adalah memeriksa kembali keterampilan dan kemampuan organisasi untuk melihat apakah perbaikan telah terjadi atau tetap sama saja.
4. Menurut
pendapat Anda, apa yang perlu dilakukan organisasi atau perusahaan pasca
implementasi sistem ERP?
Jawaban :
Ada beberapa hal
yang perlu dilakukan seperti :
- Memberikan pelatihan kepada semua user untuk memastikan bahwa semua user bisa menggunakan sistem ERP yang ada.
- Dilakukannya transisi dari awalnya tim go-live menjadi tim support.
- Merencakan perawatan sistem ERP.
- Merencakan upgrade software dalam kurun waktu tertentu.
- Melakukan evaluasi proyek yang sudah berjalan dalam kurun waktu tertentu atau sedang berjalan dengan melihat key performance indicator atau KPI.
5. Jelaskan
kembali secara singkat menurut sudut pandang masing-masing mahasiswa terkait dengan contoh studi kasus mulai dari masalah hingga solusi sesuai dengan topik
pada saat presentasi!
Jawaban :
Topik presentasi saya adalah SCM atau
supply chain management, pada contoh studi kasus, saya memiliki dua
permasalahan. Pertama adalah permasalahan di studi kasus dengan store zara sebagai
bahan diskusi, permasalahan yang ada di zara ini sebenarnya tidak terlalu berat
ataupun sangat perlu ditangani saat itu juga.
Seperti ketika store zara ini, selalu
membuat barang yang lebih sedikit dari kebutuhan pasar yang ada, sehingga dari
permasalahan itu saya bisa memberikan saran untuk melakukan semacam survei atau
sejenisnya untuk mengetahui seberapa luas pasar yang ada untuk store zara ini.
Untuk permasalahan kedua di the limited
sebagai bahan diskusi, permasalahan yang dialami the limited ini bisa dikatakan
cukup mengguncang prosses dari the limited ini, karena adanya pesaing yaitu
pengecer diskon yang memasuki pasar the limited, oleh karena itu the limited
sendiri memutuskan untuk mengintegrasikan semua operasi logistic yang ada,
mulai dari pengiriman sampai stok barang, namun kembali muncul masalah saat the
limited ingin mengikutsertakan brand lain, karena brand lain memberikan
penolakan yang cukup keras, namun akhirnya karena ada satu brand yang mau untuk mencoba dan ternyata hasilnya baik,
maka akhirnya banyak brand lain yang ikut untuk bergabung dalam pengintegrasian
proses logistic yang ada.
u
File PDF

Komentar
Posting Komentar
Terima kasih sudah berkunjung